Renungan

Renungan Sampah

Sehabis baca bukunya D. Zawawi Imron berjudul “Unjuk Rasa Kepada Allah”, saya tertegun dengan salah satu pesan yang dituangkan dalam buku ini. Dalam bab ‘memang cuma sampah’ disebutkan seorang sufi justru menemukan pencerahan dari barang menjijikkan ini. ketika dimintakan tolong istrinya membuang sampah, ia lama tersendu sendan dengan isak menyayat hati dekat pembuangan sampah.

“kenapa kau menangis disini?” tanya seorang sahabat.

“Aku akan membuang sampah, padahal diriku yang tidak punya manfaat apa-apa bagi orang lain ini juga tak lebih dari sampah.”

Sayapun mengelus dada, sembari berfikir, sudahkah saya menjadi orang bermanfaat?.
(D.Q.T)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s