Renungan · Uncategorized

Refleksi

refleksiSemua lamunanku sontak buyar..suara berisik hembusan angin membuatku sulit melanjutkan penerawangan

Suara jangkrik dibalik semak tak lagi merdu, malah semakin mengganggu

Aku kini ragu..

Ragu dengan kabar yg ku dengar tentang daerahku

Mungkinkah kekuatan anak daerah disana, disini dan dimana-mana belum cukup kuat untuk merobohkan penjajah yg duduk nikmat di singgasana ibukota..

Haruskah revolusi berdarah menjadi wacana?

Entahlah..tinggal menunggu jika mereka yg diberi amanah angkat tangan dan menyerah, karena tak mampu menumbangkan tembok raksasa itu..motobatu molintak kon BMR..

Refleksi gerakan 1600-an, 1950-an, menarik energi darisana untuk mendorong masa 2013 hingga 10 tahun kedepan…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s