Uncategorized

PBMR, Langkah Awal Merubah Nasib

Para Kepalah Daerah BMR Kompak membangun Provinsi Bolmong Raya -- foto: www.idmanado.com
Para Kepalah Daerah BMR Kompak membangun Provinsi Bolmong Raya — foto: http://www.idmanado.com

MENYIMAK bergulirnya wacana pemekaran di Sulut, wacana yang paling menarik disimak adalah kompetisi perkembangan wacana PBMR dan P. Kepulauan Nusa Utara. Karena memahami peta wacana besar ini, secara tidak langsung kita juga akan memahami peta wacana pemekaran sampai tingkat kab/kota di Sulut.

Dari berbagai dukungan yang ada, kalau coba kita komparasikan, terdapat perbedaan porsi yang signifikan antara dukungan utk PBMR dan dukungan utk P.Nusa Utara. Porsi dukungan itu, bisa kita kerucutkan kepada SHS yg merupakan pemegang palu rekomendasi. Kalau dicermati, sangat jelas sekali SHS terindikasi tidak adil, dan cenderung berat sebelah.

Untuk P.Nusa Utara, dukungannya terhadap itu dibuktikan SHS dgn menyematkan wacana Nusa Utara Gerbang NKRI di bagian utara, Nusa Utara Pintu Gerbang Fasifik, Nusa Utara berada pada titik sentral konsentrasi kejahatan trans-nasional..tidak tangung-tanggung wacana ini rama-ramai diberitakan media nasional..Dalam hitung-hitungan politik, wacana ini justru meningkatkan posisi tawar Nusa Utara di mata pusat..wacana ini sangat efektif utk mempengaruhi pusat…wacana sangat strategis, mahal, serta bernilai jual tinggi, bahkan bisa mengalahkan uang milyaran rupiah..Dan jelas ini sangat sesuai dgn ambisi SHS yg ingin mejadikan Sulut sebagai New Gate menuju perdagangan fasific.

Nah, apa ada sumbangsi seprti itu yg diberikan SHS utk PBMR?, saya kira sama sekali tidak ada..Ini justru semakin me-nyata-kan merupakan bentuk karya nyata SHS menganak tirikan BMR yangg notabene memiliki wilayah paling besar dan paling kaya sumber daya alam di Sulut..kalaupun ada dukungan SHS itu, saya kira hanya dlm bentuk dukungan lisan semata yg dieritakan media massa lokal bukan nasional, itupun hanya berupa suport yg terkesan hanya untuk menyenangkan saja rakyat. berbeda dgn Nusa Utara, sekali diwacaakan lansung tembus media nasional, dan isunya menggreget..

Saya sepakat dgn sebuah pandangan seseorg (saya lupa) namun pernah diposting di grup ini bahwa sebesar apapun wacana yg kita buat didaerah namun jika tdk menyentuh pusat sama saja dgn buang tenaga dan energi. Ibarat kata seperti katak berteriak dalam tempuirung..Ini justru tdk dapat meningkatkan bargaining position (posisi tawar) PBMR di mata pusat.. dan kita tetap saja akan diipandang sebagai warga kelas dua…

Rakyat BMR saat ini ibarat anak kecil yg hanya diberi janji-janji, dan sedikit dipuji saja langsung terlena. Mereka tahu bhwa salah satu kelemahan kita adalah mudah sekali percaya dgn janji-janji, dan akan jadi bayi penurut jika mendapat pujian..

Saya fikir alasan utama mengapa rakyat BMR ingin mandiri menjadi provinsi tidak lain adalah agar rakyat BMR tdk lagi dipandang sbg daerah kelas dua apalagi jadi anak tiri..dan hanya rakyat BMR sendiri yg bisa menentukan nasibnya sendiri, apa mau terus-terusan jadi warga kelas dua dan dianak tirikan, atau berjuang hingga titik darah penghabisan utk merubah itu. Sehingganya perlu ada rasa persatuan dari seluruh stakeholders yang ada di BMR untuk mewujudkan itu.

Coba dicermati, prediksi para ekonom perkembangan ekonomi dunia abad 21 akan berkiblat di asia timur jauh (Asia tenggara) termasuk indonesia. Samudra pasific dinilai akan diramaikan dgn jalur perdagangan tersebut. SHS menyadari itu, ini tergambar dgn lahirnya wacana Sulawesi Utara New Gate Menuju Fasific. Ini diprediksi akan berlangsung 10, 15, bahkan 20 tahun akan datang. Jika ini tidak disadari Pemerintah/Rakya BMR kedepan, maka saya pastikan BMR akan terus saja menjadi daerah kelas dua. Padahal BMR punya potensi utk bisa berkompetisi, krn sebagai daerah terbesar dan paling memiliki kekayaan sumber daya alam (SDA) diwilayah Sulut saat ini membuat BMR sangat potensial utk itu. Bagi yg sudah baca Perda RT/RW Sulut, pastinya akan menyadari itu.

“Sesungguhnya Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum, kecuali kaum itu harus merubah nasib mereka sendiri.” (QS. ar-Ra’ad: 11)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s