Sejarah

Paradigma Baru, Cara Jitu Rekonstuksi Sejarah Bolmong

Foto pejabat kerajaan Bolaang Mongondow di depan Komalig. Sumber: http://www.inaton.info/
Foto pejabat kerajaan Bolaang Mongondow di depan Komalig.
Sumber: http://www.inaton.info/

Kalau mau ditanya sumber seperti apa yang harus diadakan sehingga sejarah Bolmong bisa di rekonstruksi? Saya kira semua sumber yang terkait dengan Bolmong ya harus ditelusuri dan dikaji lebih dalam, sehingga benar-benar bisa menggambarkan kondisi Bolmong di masa lampau, meski tidak sama persis namun minimal dapat mendekati kebenaran.

Saya sepakat dengan apa yang dibahasakan Mas Sumardi Arahbani, bahwa untuk bisa memberikan gambaran utuh tentang sejarah Bolmong memang tidak mudah, sehingga membutuhkan usaha dan kerja keras, selain itu harus juga ditopang oleh disiplin ilmu yang ketat. Nah, pertanyaannya kemudian adakah orang Bolmong yang mau mewakafkan dirinya untuk pekerjaan ini?

Selain itu, jika ingin sejarah Bolmong benar-benar bisa direkonstruksi sehingga lahir persepsi sejarah yang baru, yang tentunya berbeda dan tidak mengulangi persepsi sejarah Bolmong yang ada saat ini, saya kira penulisan sejarah Bolmong sudah harus mengedepankan standar historiografy ilmiah.

Dari informasi yang saya dapat, kalau dalam merekonstruksi sejarah, diperlukan beberapa tahapan, yakni tahapan heuristik dalam hal ini pengumpulan sumber, tahapan kritik yang bertujuan untuk mengkritisi serta seleksi sumber, tahapan interpretasi atau penafsiran fakta sejarah baru kemudian masuk tahapan historiografi atau penulisan sejarah.

Selain itu, yang perlu saya kritisi adalah, kebiasaan kita di Bolmong yang justru membuat sejarah kita sukar untuk direkonstruksi adalah terlalu anti kritik historis. Ada kesan dan kecenderungan di masyarakat kita untuk mempercayai sejarah yang ada saat ini tanpa terlebih dahulu mengkritisi itu, padahal kritik sumber serta mengkritisi alur sejarah ini penting dalam mencapai kebenaran sejarah. Hal ini kita bisa lihat di grup ini, ada beberapa sejarah yang coba dikritisi dengan cara ilmiah justru banyak yang mempertentangkan, alasan mo’oaheran yang seringkali mengemuka ketika kritik sejarah tersebut tidak disetujui.

Selain itu, menurut saya, satu hal yang sangat penting dan kita perlukan dalam merekonstruksi sejarah Bolmong adalah harus ada perubahan paradigma. Perubahan paradigma ini saya kira sangat penting, agar cara pembacaan kita terhadap konteks sejarah lampau Bolmong memiliki variasi dan tidak terkesan mem-beo tulisan sejarah yang ada saat ini. Hal ini yang saya dapati saat membaca buku syang dikarang dosen sejarah di Universitas negeri Gorontalo, Djoni Apriyanto lewat bukunya “Sejarah Modern Gorontalo Dari Hegemoni Kolonial sampai Provinsi”.

Terkait perubahan paradigma dalam penulisan sejarahj ini saya pernah singgung dalam tulisan saya berjudul “Isu Maritim dan Jatih Diri Bolaang Mongondow”. Dimana dalam tulisan tersebut, saya coba menggambarkan sedikit tentang nalar maritim masyarakat Bolmong yang sangat sukar kita temui dari tulisan yang ada saat ini. Nalar masyarakat kita cenderung daratan, sehingga seakan menimbulkan stereotype bahwa penulisan sejarah kita terkesan meniru Minahasa. Di beberapa diskusi dalam grup ini sebelumnya juga sudah sempat disinggung masalah ini. Dan itu juga merupakan salah satu tujuannya dibuatnya grup ini.

Terakhir saya kira, paradigma (cara pandang) kita terhadap sejarah Bolmong itu amat sanga perlu diupayakan, saking pentingnya hal ini karena akan melahirkan tulisan sejarah Bolmong yang lebih kaya dan lebih bisa dipahami. Tidak hanya itu, perubahan paradigma ini juga akan membuat pembacaan sejarah Bolmong juga akan meluas dengan ikut serta membaca sejarah daerah disekitar Bolmong, karena untuk mendapat gambaran utuh dengan Bolmong juga membutuhkan itu semua. Serta dengan paradigma yang baru dalam penulisan sejarah ini juga, diharapkan segalah sumber sejarah Bolmong baik berupa tulisan, lisan, benda, dan sumber visual, tidak begitu saja diterima melainkan akan melalui seleksi ketat berupa kritik sejarah yang tajam sehingga hasilnya akan benar-benar bisa dipertanggungjawabkan keabsahannya. (***)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s