Politik · Uncategorized

Gabung KK, Lolayan Justru Hadang PBMR

Lolayan Masih Tetap di Ujung Tanduk

Oleh: Donald Q. Tungkagi

(Ketua Umum Forum Komunikasi Mahasiswa Indonesia Lolayan)

ImageBergabung atau tidaknya Lolayan ke KK itu masih memerlukan kajian. Jauh hari sebelum wacana ini digaungkan, Forum Komunikasi Mahasiswa Indonesia Lolayan (FKMIL) sudah melakukan kajian internal, kemana kapal besar Lolayan akan di labuhkan. Ataukah justru malah karam dimakan rayap kepentingan segelintir elit tak pro rakyat yang miskin gagasan.

Karna kepedulian akan nasib daerah ini, pasca lebaran Idul Adha kemarin, FKMIL menggelar dialog fokus dengan tema “LOLAYAN DI UJUNG TANDUK: MEMBEDAH MOSI MENJADI SOLUSI”. Dialog ini dihadiri oleh para akademisi, tokoh budaya, dan tokoh pemuda sbgai pembicara diantaranya: DR. Ridwan Lasabuda, Mulyadi Mokodompit, M.Si, Baharudin Podomi, S.Hi, M.Si, Sehan Ambaru S.H dan H. Ambaru (Budayawan Lolayan).

Tujuan digelarnya dialog ini, adalah untuk menjaring aspirasi rakyat Lolayan untuk menemukan solusi terkait simpang siur wacana yang ada. Selain itu untuk mendesain gerakan kemana kompas kapal pembangunan Lolayan akan diarahkan.

Dialog ini sengaja di gelar sebagai wujud nyata kepedulian mahasiswa Lolayan terhadap kondisi daerah khususnya kecamatan Lolayan yang dipandang tengah berada di ujung tanduk serta dilematis, sehingga gampang terombang ambing dengan berbagai isyu yang tak produktif. Yang tanpa disadari ini bisa saja menjadi bom waktu yang justru berdampak negatif bagi Lolayan kedepan. Hal ini yang menggugah kepedulian kami untuk menggelar acara ini dengan mengundang semua elemen masyarakat Lolayan dari tingkat elit hingga akar tumput untuk  duduk bersama menyatuhkan pandangan untuk mencari solusi menjadikan Lolayan lebih baik. Selain itu, ini merupakan wujud nyata kepedulian kami terhadap kondisi daerah, sekaligus untuk menunaikan kewajiban kami mahasiswa sebagai agent of change, agent of control, dan iron stock.

DUA HARI SEBELUM KEGIATAN, UNDANGAN SUDAH DISEBARKAN KEPADA PEMERINTAH DESA DAN TOKOH PEMUDA. NAMUN SAYANG, MESKI SUDAH DI UNDANG, BANYAK DARI MEREKA TIDAK BISA HADIR. Padahal sumbangsi pikiran dari para tokoh di Lolayan dan masyarakat sangat dibutuhkan. Kedepan ketika digelar acara sejenis, seluruh elemen masyarakat dapat ikut berpartisipasi

Point penting yang berhasil dirumuskan dalam dialog tersebut antara lain, perlu adanya pengkajian matang dengan mengunakan berbagai landasan, baik dari sisi yuridis, historis, sosial politik serta budaya untuk menganalisa serta mengkaji posisi yang tepat untuk Lolayan.

Dalam dialog tersebut, Dr. Ir. Ridwan Lasabuda, M.Si menyarankan agar Lolayan kedepan lebih focus pada peningkatan sumber daya manusia, terutama dalam sektor pendidikannya ini agar seimbang dengan potensi sumber daya alamnya. Sebagai solusi dari mosi kemana Lolayan harus memantapkan pilihan, dirinya menyarankan Lolayan agar digabungkan dengan Bolteng, ini ditinjau dari perspektif ideologis, sosiologis dan pertimbangan etnis. Senafas dengan itu, Mulyadi Mokodompit mengatakan dalam konteks pemekaran daerah, memberikan beberapa alternatif untuk Lolayan, namun untuk dapat menjaga kestabilan politik maka Lolayan digabungkan dengan Bolteng.

Berbeda dengan itu, Baharudin Podomi menyarankan Lolayan tetap gabung dengan Bolmong, namun harus dijadikan sebagai daerah khusus, ini berdasarkan pertimbangan potensi Lolayan. H. Ambaru, dalam pandangan budaya mengatakan, Lolayan sudah pantas untuk dimekarkan menjadi dua kecamatan. Sedangkan Sehan Ambaru, SH, menyarankan agar Lolayan bersama-sama dengan Passi membentuk kabupaten Totabuan. Sehan juga mengungkapkan, untuk gabung dengn Bolteng ada kendala, yakni ada sebagain tokoh disana yang tidak menginginkan Lolayan bergabung.

Gerakan seperti ini belum final, melainkan merupakan langkah awal. Setelah ini akan lebih difokuskan untuk menganalisa apa-apa yang ditawarkan dalam dialog ini. Kami akan buatkan data base hasil kajian Lolayan, dengan mengunakan berbagai parameter analisa, misalnya dengan mengunakan metode perencanaan strategis berupa analisis SWOT untuk mengevaluasi kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities), dan ancaman (threats) bagi Lolayan. Hasil analisa ini akan diajuhkan kepada pemerintah dan masyarakat sebagai tawaran untuk menentukan sikap kemana arah pembangunan Lolayan ini akan dilabuhkan.

Masih dengan komitmen yang sama. FKMIL akan terus mengawal wacana penggabungan ini. Sejauh ini dalam kajian internal FKMIL beberapa waktu lalu, alasan Djainudin Damopolii yang diaminkan Salihi Mokodongan bahwa penggabungan Passi-Lolayan ke KK agar KK bisa jadi Ibukota PBMR sangat gegabah. Pernyataan ini jelas tidak melalui kajian mendalam, yang ada justru menyesatkan karena sangat bertolak belakangan dengan aturan yang berlaku (tetang ini saya akan membuat tulisan sendiri secara rinci). Intinya pengabungan passi-lolayan justru lebih mengerucut kepada sebauh setinggan besar dari oknum-oknum yang ingin menggagalkan provinsi bolmong raya. Pertanyaannya, apakah Lolayan akan mengambil bagian dari alat oknum tersebut? Maukah Lolayan hanya dijadikan alat untuk menghalangi perjuangan PBMR?

Jawabannya tergantung kepada pembaca di grup ini. Semakin jelaslah bahwa Lolayan masih tetap di ujung tanduk. (***)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s