Lipuku

Kemenangan Jokowi dan Peluang PBMR

Jokowi-adalan-penomenaOleh: Donald Qomaidiansyah Tungkagi, S.Pd

Apa kabar perjuangan PBMR? Saya yakin pertanyaan itu saat ini masih terbesit di benak kita semua. Merdunya suara perjuangan PBMR di awal-awal moment Pilwako dan Pileg kemarin, kini seakan lenyap tertiup angin. Para pendekar yang mengaku siap memperjuangkan PBMR, pasca Pileg justru tak terdengar lagi suaranya. Tidak ada salahnya ketika saya berasumsi bahwa isu PBMR kemarin hanya menjadi tunggangan politik semata.

Beruntungnya sebagian besar mereka justru tidak terpilih. Disini menunjukkan bahwa rakyat kita semakin cerdas dalam memilih. Rakyat mampu melihat mana yang benar-benar ingin berjuang dan mana yang hanya mendompleng kepentingan. Kita percaya mereka yang telah terpilih pada 9 April kemarin adalah mereka yang benar-benar siap memperjuangkan PBMR.

Belum lama ini, kita juga telah memilih pemimpin bangsa ini. Siapa yang terpilih sebagai Presiden tentunya akan berpengaruh terhadap perjuangan PBMR. Persetujuan DPD RI dalam rapat paripurna beberapa waktu lalu, dengan memasukkan PBMR sebagai calon DOB yang akan dibahas, belum menjadi jaminan final-nya perjuangan PBMR. Masih banyak hal yang justru harus dipersiapkan dengan matang demi mencapai cita tersebut.

Terpilihnya Jokowi-JK sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia, seakan membawa angin segar baru bagi perjuangan PBMR. Meski ada yang sempat pesimis karena Jokowi-JK justru kalah di Bolaang Mongondow Raya, bagi saya itu tidak jadi soal. Saya justru optimis dan berkeyakinan peluang PBMR menjadi daerah otonomi baru tetap terbuka lebar.

Menilik kembali pada debat pertama sebelum pemilihan, Jokowi-JK merupakan pasangan yang sangat mengapresiasi terbentuknya daerah otonomi baru di Indonesia. Tujuannya demi pemerataan, dan terciptanya pembangunan yang berkeadilan. Peluang inilah yang seharusnya disadari dan sudah saatnya ditangkap oleh para pejuang PBMR.

P3BMR sebagai wadah yang dimandatkan rakyat BMR untuk memperjuangkan cita-cita tersebut sudah saatnya menyusun berbagai rencana strategis. Perjuangan PBMR tidak boleh surut, suara PBMR tidak boleh hilang. Saat ini rakyat harus mampu merebut momentum itu demi menggapai cita-cita untuk bisa berdikari dan mandiri.

Tentunya agar janji Jokowi-JK untuk membuka lebar aspirasi rakyat yang mengharapkan otonomi daerah terealisasi, maka BMR butuh tokoh untuk dititipkan sebagai penyambung lidah rakyat. BMR butuh tokoh yang mempu menerobos pintu birokrasi di pusat demi menagih janji tersebut. Melalui tulisan ini saya coba menawarkan siapa tokoh tersebut.

Selain P3BMR, rakyat juga menggantungkan harapannya kepada wakilnya yang duduk di parlemen. Dengan kembali terpilihnya Yasti Suprejo Mokoagow dan Aditya Didi Moha di DPR RI ditambah Benny Rhamdani di DPD RI semakin membuka lebar peluang tersebut. Beratnya perjuangan Yasti dan Didi dalam memperjuangkan PBMR pada periode kemarin, akan semakin terbantukan. Dengan kehadiran Benny Rhamdani di senayan perjuangan tersebut diharapkan pula akan semakin maksimal.

Berkaca dari peristiwa 10 tahun lalu, dimana suara wakil BMR untuk DPD RI atas nama (Alm) HJA Damopolii, ditelikung oleh segelintir oknum pengkhianat demokrasi melalui konspirasi tingkat tinggi. Berkat pengawalan dan doa dari rakyat BMR, Benny Rhamdani tetap berhasil memperoleh kursi tersebut dan menjadi wakil rakyat di BMR.

Janji Benny Rhamdani untuk memperjuangkan terbentuknya PBMR sudah mulai ditagih rakyat. Lewat kekuatan dan jaringan yang dimilikinya membuat rakyat BMR menitipkan amanah perjuangan PBMR kepadanya.

Selama dua periode sebagai Ketua GP Ansor Sulawesi Utara yang merupakan organisasi dibawah naungan Nahdlatul Ulama, semakin menegaskan bahwa Benny Rhamdani mempunyai jaringan kuat di pusat. Ketua PP GP Ansor Pusat, Nusron Wahid juga mendukung Jokowi-JK meskipun Golkar yang menjadi partainya mendukung calon lain.

Tak hanya itu, sebagai Kader PDIP Sulut serta dipercayakan sebagai penggerak utama Jokowi Mania (JoMan) salah satu tim relawan pemenangan Jokowi-JK di Sulawesi Utara semakin membuka jaringan Benny Rhamdani dalam memperjuangkan cita-cita rakyat BMR tersebut.

Ditambah lagi, peran DPD RI dalam memperjuang DOB tidak sesempit periode sebelumnya. Berdasarkan keputusan Mahkamah Konstitusi, peran DPD RI ini kini semakin berfungsi. Bahkan calon DOB baru bisa direalisasikan kalau sudah mendapat mandat/persetujuan dari DPD RI.

Kehadiran Benny Rhamdani di DPD RI memberi kekuatan ekstra bagi perjuangan PBMR di pusat. Kita butuh semua kekuatan tersebut demi mendorong terwujudnya PBMR. Bukan bermaksud mengkultuskan atau sengaja menokohkan Benny Rhamdani. Tulisan ini hanya coba untuk membedah, siapa-siapa saja tokoh yang harus dibebankan amanah rakyat dalam memperjuangkan PBMR ini.  Selain Benny Rhamdani, ada beberapa tokoh di BMR yang juga patut juga dititipkan beban amanah rakyat tersebut.

Kebetulan saja tulisan ini sedikit menyinggung Benny Rhamdani. Justru tulisan ini hadir sebagai sikap kritis dengan maksud melakukan kritik. Karena memang sebagai salah satu wakil rakyat BMR di pusat maka sudah menjadi kewajiban rakyat untuk menuntut Benny Rhamdani agar merealisasikan janjinya.

Meski baru, namun minimal saat ini dirinya sudah mulai merealisasikan janji tersebut. Melalui ketokohan yang dimilikinya, Benny Rhamdani seharusnya sudah mengajak rakyat untuk kembali menggaungkan perjuangan PBMR. Sebab itulah yang dinantikan rakyat saat ini.

Sekali lagi, tanpa bermaksud menafikkan peran semua tokoh yang telah berjuang demi terwujudnya PBMR. Serta tanpa mengesamping cucuran peluh dan tetesan air mata perjuangan P3BMR, yang tak henti dan tak kenal lelah. Segala penghargaan dan penghormatan yang tulus kami rakyat berikan atas perjuangan ikhlas tersebut.

Tulisan ini sengaja dihadirkan demi menyemarakkan kembali gaung perjuangan PBMR yang belakangan mulai redup. Sembari menitipkan harapan semoga cita-cita tersebut segera tercapai dalam bingkai semangat, Motobatu Molintak kon Bolaang Mongondow Raya. Semoga!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s